Ingkung Kambing Tersaji dalam Tradisi Sedekah Bumi di Wiro Bayat
Budaya

Ingkung Kambing Tersaji dalam Tradisi Sedekah Bumi di Wiro Bayat

Bayat,(klaten.sorot.co)--Ratusan masyarakat Desa Wiro, Kecamatan Bayat berbondong- bondong mendatangi masjid di desa setempat sembari membawa tenong berisi makanan hasil bumi pada, Sabtu (06/08/2022). Tenong- tenong itu kemudian dikumpulkan untuk didoakan sebelum disantap bersama.

Sedikitnya ada 240 tenong yang terkumpul di halaman masjid. Tenong itu berisi beragam makanan hasil bumi mulai dari nasi, sayuran, buah- buahan, jajanan pasar, hingga snack. Sementara ratusan masyarakat mulai dari orang tua, remaja hingga anak- anak terlihat mengelilingi tenongan itu.

Setelah dibacakan doa, masyarakat langsung menyantap semua isi makanan di dalam tenongan tersebut. Sebagian ada yang dimakan ditempat, ada juga yang dibawa pulang. Setelah itu mereka beralih ke halaman rumah yang tak jauh dari masjid untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional reog.

Ditengah kemeriahan itu, ada pemandangan yang cukup unit. Terlihat salah satu masyarakat setempat menyunggi ingkung kambing utuh setengah matang dari halaman masjid ke lokasi reog. Ingkung itu selanjutnya dimasak untuk dihidangkan masyarakat dan dalang maupun niogo wayang nanti malam.

Ini adalah tradisi sedekah bumi rasulan yang dilaksanakan setiap tahun. Masyarakat datang ke halaman masjid membawa tenong, lalu dimakan bersama disini,” ujar ketua panitia kegiatan, Sugeng, Sabtu siang.

Rangkaian tradisi ini diawali dengan bersih desa, doa bersama, kenduri, dilanjut reog dan wayang. Khusus untuk pagelaran wayang, dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Dirinya mengaku tradisi kali ini mendapat antusias tinggi masyarakat karena sudah beberapa tahun ini tidak ada gegara pandemi Covid-19. 

Tradisi ini merupakan peninggalan leluhur. Salah satunya tujuannya sebagai ungkapan syukur. Sementara untuk ingkung kambing, juga bagian dari kenduri. Kambing yang disajikan juga bukan sembarang kambing, melainkan kambing kendit. Kambing itu memiliki corak putih yang melingkar pada perut tanpa putus.

Kambing ini memang jenisnya unik, sulit ditemukan karena memiliki corak putih yang melingkar di perut tanpa putus. Harganya lebih mahal, tapi untuk kambing kendit ini bantuan dari pemdes,” kata dia.

Sementara itu salah satu warga setempat, Wondo mengatakan tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Masyarakat mengeluarkan satu tenong yang berisi makanan hasil bumi. Dengan adanya tradisi ini, dirinya berharap masyarakat semakin guyup rukun dan terhindar dari berbagai marabahaya.

Kita ungkapan syukur dengan tradisi. Disini juga ada doa bersama, kita berdoa agar diberi keselamatan dan terhindar dari bahaya,” pungkasnya.