Pencuri Komponen Alat Berat Diringkus, Ternyata Spesialis Lintas Provinsi
Peristiwa

Pencuri Komponen Alat Berat Diringkus, Ternyata Spesialis Lintas Provinsi

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pelaku pencurian komponen alat berat di area persawahan Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper yang dilakukan pada, Jumat (15/07/2022) berhasil ditangkap. Satu pelaku berhasil ditangkap Polres Klaten, sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Pelaku berhasil ditangkap pada akhir Juli 2022 lalu di apartemennya di Jakarta. Pelaku yang ditangkap Polres Klaten adalah AS (24) Kecamatan Cigombang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. AS saat ini sudah ditahan di rumah tahanan Mapolres Klaten guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Klaten, Iptu Eko Pujianto mengatakan aksi pencurian komponen alat berat itu sebetulnya dilakukan oleh enam orang termasuk AS. Satu pelaku ditangkap Polres Klaten, tiga pelaku ditangkap oleh Polda Jateng, dan dua pelaku lainnya sedang dalam pengejaran.

"Pelakunya total ada enam, yang sudah tertangkap ada empat. Yang satu kita tangkap, yang tiga ditangani Polda Jateng," ujarnya, Jumat (05/08/2022).

Pihaknya menjelaskan aksi pencurian dilakukan pada, Jumat (15/07/2022) lalu. Keenam pelaku itu sengaja datang ke Klaten untuk melakukan pencurian dengan sasaran komponen alat berat atau excavator. Sebelum beraksi, mereka terlebih dahulu berkeliling mencari sasaran alat berat. 

Sesampainya di area persawahan Desa Jambu Kulon, mereka langsung beraksi. Keenam pelaku berbagi tugas, ada yang mengasasi, ada yang siaga di dalam mobil, dan ada yang sebagai eksekutor. Sasaran yang dicuri adalah komponen pada kemudi dan roda yang ada di alat berat.

"Komponen yang diambil Final Drive Excavator Komatsu PC 200 yang berada di roda excavator dan CPU Excavator Komatsu PC 200 yang berada di ruang operator excavator," imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan komponen hasil curian itu kemudian dijual kepada seseorang yang ada di Bekasi. Komponen itu dijual seharga Rp47 juta. Hasil penjualan dibagi kepada enam pelaku. Dari hasil pemeriksaan, ternyata komplotan pelaku adalah spesialis pencurian alat berat lintas provinsi.

"Pelaku kita jerat Pasal 363 ayat 1 ke 4e, 5e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya tujuh tahun. Saat ini kita masih koordinasi untuk memburu pelaku lain," pungkasnya.