Payung Lukis Juwiring, Sejak Zaman Kolonial hingga Kini Tembus Internasional
Ekonomi

Payung Lukis Juwiring, Sejak Zaman Kolonial hingga Kini Tembus Internasional

Juwiring,(klaten.sorot.co)--Karajinan payung lukis khas Kecamatan Juwiring masih bertahan meski sudah berusia puluhan tahun sejak zaman kolonial. Bahkan saat ini, pembuatan payung lukis yang dilakukan secara tradisional itu sudah mulai merambah ke pasar internasional antara lain Asia hingga Eropa.

Produksi payung dari Kecamatan Juwiring itu merupakan produk tradisional khas Klaten yang memiliki banyak sejarah. Sebab payung itu sudah ada sejak zaman kolonial pada puluhan tahun yang lalu. Bahkan jejak produksi payung itu sampai saat ini masih bisa ditemui, yakni bangunan bekas pabrik.

Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring menjadi salah satu desa yang masih menekuni produksi payung. Hanya saja, payung yang dihasilkan mulai divariasi menjadi payung hias. Bahan dasarnya juga diganti dari yang sebelumnya kertas kini menggunkan kain yang dilukis bunga dan pernak- pernik.

"Kerangkanya menggunakan bambu. Kemudian dirangkai dengan kain yang sudah dilukis. Bisa untuk payung ketika hujan, bisa juga sebagai dekorasi ruangan," ujar Direktur BUMDes Tanjung, Haryadi, Minggu (07/08/2022).

Dirinya menjelaskan hingga kini ada 10 perajin payung hias yang masih bertahan. Mereka sebagian besar generasi ketiga dan keempat. Setiap perajin bisa menyelesaikan pembuatan 50 payung hias per hari. Ukuran payung hias yang dibuat beragam, mulai dari 50 centimeter hingga 2,5 meter. 

"Harga payung lukis berbeda- beda tergantung ukuran, ada yang sekitar Rp50 ribu sampai Rp 1 juta. Pesanan paling banyak biasanya untuk hiasan ruangan, hotel, dan obyek wisata," urai dia.

Bahkan saat ini, lanjut Haryadi, peminat payung lukis tidak hanya masyarakat lokal, melainkan sudah tembus ke pasar internasional. Pesanan terakhir yakni dari Thailand dan Korea. Bahkan payung lukis sudah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM pada 28 Juli lalu.

"Kendalanya sekarang adalah regenerasi. Tapi kita tetap berusaha agar kerajinan ini tetap bertahan, salah satunya membantu promosi agar jadi potensi yang baik," pungkasnya.