Petugas Temukan Makanan Kadaluwarsa dan Berformalin di Pasar Klaten
Peristiwa

Petugas Temukan Makanan Kadaluwarsa dan Berformalin di Pasar Klaten

Klaten,(klaten.sorot.co)--Petugas gabungan menemukan makanan yang mengandung formalin, rodhamin hingga kadaluwarsa saat melakukan pengecekan menjelang Lebaran di Pasar Srago, Kamis (13/04/2023). Rencananya, pengecekan terus dilakukan di sejumlah pasar di Klaten.

Pengecekan bahan makanan di lakukan petugas gabungan dari Dinas Kesehatan Klaten, Satpol PP Klaten, Dinas Kopersasi UKM dan Perdagangan Klaten serta TNI-Polri. Selain mengecek makanan, petugas juga mengambil sampel untuk mengetahui kandungan bahan makanan.

Ada sekitar 10 sampel yang kami ambil untuk diperiksa. Mulai dari makanan instan, bakmi dan bahan makanan seperti lain yang ada pada daging serta ikan,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto.

Pihaknya menjelaskan dari 10 sampel bahan makanan yang dicek, petugas menemukan dua jenis bahan pangan yang mengandung zat berbahaya. Kedua bahan pangan tersebut diantaranya gereh layur yang mengandung formalin dan kerupuk lorek yang terdapat rhodamin. 

Yang mengandung zat berbahaya 2 jenis bahan makanan saja yakni gereh layur dan kerupuk lorek. Sebetulnya formalin dan rhodamin bukan untuk bahan campuran makanan,” imbuhnya.

Selain itu, petugas gabungan juga menemukan beberapa makanan seperti bumbu masakan berkemasan, biskuit, cemilan, sambal, saos dan lainnya yang sudah kelewat tanggal kadaluwarsa.

Oleh petugas, makanan itu kemudian diamankan agar tidak diedarkan lagi. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang agar lebih memerhatikan kesehatan pembeli dengan tidak menjual makanan yang mengandung zat berhaya.

Ini bagian dari perlindungan kepada masyarakat agar mendapatkan bahan makanan yang aman. Maka kami himbau pedagang lebih memperhatikan dagangan yang dijual,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Cahyono Widodo mengaku pengecekan makanan tidak hanya dilakukan di Pasar Srago, melainkan menyeluruh di semua pasar tradisional. Nantinya pengecekan juga akan melibatkan jajaran Muspika dan Puskesmas di kecamatan.

Ini akan jalan terus, sembari kita berikan edukasi ke pedagang. Tujuannya agar masyarakat mengonsumsi makanan sehat,” pungkasnya.