Diduga Serangan Jantung, Relawan Ganjar - Mahfud Meninggal Dunia Saat Ikut Konvoi di Klaten
Peristiwa

Diduga Serangan Jantung, Relawan Ganjar - Mahfud Meninggal Dunia Saat Ikut Konvoi di Klaten

Klaten, (klaten.sorot.co)--Seorang warga Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno meninggal dunia saat perjalanan menuju lokasi mimbar rakyat dan senam bersama relawan Ganjar-Mahfud di Lapangan Ngendo, Kecamatan Jogonalan, Minggu (14/01/2024). Pria tersebut diduga terkena serangan jantung.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat pria yang berinisial S (40) mengikuti konvoi bersama rombongan dengan menaiki sepeda motor dari Gantiwarno hendak menuju Lapangan Ngendo, Kecamatan Jogonalan. Supriyanto berkendara sendirian berada di rombongan depan.

Mendekati wilayah Desa Pesu, Kecamatan Wedi, tiba-tiba S oleng dan terjatuh dari sepeda motornya. Teman-temannya yang mengikuti konvoi bergegas berhenti dan menolongnya. S kemudian dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil Polsek Gantiwarno.

Ketua PAC PDIP Gantiwarno, Sugeng Widodo mengatakan pada saat kejadian S berkendara seorang diri. Setelah tiba di rumah sakit, S sempat diperiksa petugas medis, namun ternyata tidak bisa tertolong dan dinyatakan sudah meninggal dunia 30 menit sebelumnya.

"Kejadiannya saat adik saya almarhum S ini mau menghadiri kampanye di Lapangan Ngendo. Tapi belum sampai lokasi tiba-tiba ditengah jalan nggliyer," ujarnya.

Dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab S mendadak tidak sadarkan diri saat berkendara. Sebab sebelum berangkat ke lokasi, peserta kampanye terlebih dahulu berkumpul di rumahnya dan tidak ada yang mengeluh sakit. Selain itu selama ini S juga tidak memiliki riwayat sakit. 

"Tidak ada luka lecet sama sekali pada tubuhnya pada saat kejadian. Setelah dari rumah sakit lalu kita bawa ke rumah duka untuk dimakamkan," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Cabang (TPC) Ganjar-Mahfud Klaten, Sri Mulyani yang mendapat informasi itu langsung berkunjung ke rumah duka dan menemui keluarga S. Selain mengucapkan bela sungkawa, Mulyani juga memberikan santunan kepada istri dan kedua anak mendiang S.

"Almarhum sebenarnya ingin memeriahkan acara mimbar rakyat dan senam bersama. Tapi dalam perjalanan terjatuh dan saat dilakukan pertolongan ternyata sudah meninggal dunia 30 menit sebelum tiba di rumah sakit. Diduga serangan jantung," pungkasnya.