Simulasi Coblosan di Klaten, Banyak Lansia Kesulitan Lipat Surat Suara
Info Ringan

Simulasi Coblosan di Klaten, Banyak Lansia Kesulitan Lipat Surat Suara

Prambanan, (klaten.sorot.co)--KPU Klaten menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan pada, Minggu (28/01/2024). Simulasi itu sebagai bahan persiapan menjelang Pemilu 2024 yang dilaksanakan 14 Februari nanti.

Simulasi kali ini melibatkan para pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS 07 Desa Kebondalem Kidul. Proses pencoblosan dibuat semirip mungkin dengan Pemilu 2024 nanti. Masyarakat datang ke TPS dengan membawa surat undangan untuk menyalurkan hak suaranya.

Setelah mendatangi meja pendaftaran, warga mengantri untuk mendapatkan surat suara. Bentuk dan ukuran surat suara juga mirip dengan yang asli, hanya saja nama dan gambar diganti dengan buah-buahan. Surat suara dicoblos di dalam bilik suara yang disediakan oleh KPU Klaten.

Lima lembar surat suara yang telah dicoblos kemudian satu per satu dimasukkan ke kotak suara. Selanjutnya warga dipersilahkan mencelupkan jari ke tinta sebelum keluar dari TPS.

Berdasarkan pantauan di lokasi, KPU Klaten juga menghadirkan para pemilih dengan kebutuhan khusus dan lansia. Pemilih dengan kebutuhan khusus dan lansia diwajibkan didampingi anggota keluarga atau pendamping lainnya yang sudah ditunjuk keluarga. Nantinya pendamping wajih mengisi surat pernyataan.

Selain pemungutan suara, proses penghitungan suara juga disimulasikan. Anggota KPPS melakukan penghitungan suara sesuai dengan Pemilu 2024 nanti.

Salah satu warga, Warni (61) mengatakan secara keseluruhan tidak ada kendala selama proses pencoblosan. Hanya saja dia sedikit kesulitan saat melipat kembali surat suara yang sudah dicoblos.

"Prosesnya sama seperti coblosan pada umumnya. Tapi memang sulit saat melipat lagi surat suaranya, karena ukurannya terlalu besar dan jumlahnya juga banyak," kata dia.

Sementara itu Ketua KPU Klaten, Primus Supriono mengatakan simulasi ini merupakan tindak lanjut dari simulasi sebelumnya. Simulasi diadakan sebagai bahan evaluasi dan pemantapan menjelang Pemilu 2024 nanti. Termasuk melihat kesiapan anggota ditengah kondisi sulit. 

"Ini kita pilih di TPS dengan jumlah DPT yang banyak, disini ada sekitar 267 pemilih. Jadi nanti bisa sebagai bahan evaluasi kami," jelasnya.

Pihaknya mengaku berdasarkan perhitungan normal, waktu yang dibutuhkan pemilih mulai dari masuk ke meja pendaftaran sampai menyelupkan jari ke tinta sekitar 3 menit. Pihaknya mempersilahkan pemilih dengan kebutuhan khusus didampingi keluarga atau perwakilan lain.

"Boleh ada pendamping, tapi nanti harus ada surat pernyataan. Misal ada kesulitan melipat dan tidak ada pendamping, nanti petugas bisa mengarahkan tapi dari kejauhan," pungkasnya.